Senin, 06 Mei 2013

Menu ‘agak’ sehat buat Calon Arsitek ^ ^

Yoo para calon arsitek harapan bangsa.

Kadang banyak anggapan para calon arsitek itu suka ga memperhatikan makanan yang dikonsumsinya setiap hari. Padahal ga kan yaa… calon arsitek kan harus tetap sehat biar bisa terus berkarya menjadi seorang arsitek professional.

Nah, biar lebih mudah mengingat untuk tetap mencoba memenuhi kebutuhan kita, Ini menu yang saya sarankan untuk para calon arsitek. Semuanya berdasarkan pengalaman dan hasil baca-baca artikel kesehatan di internet, ^ ^

Menu wajib harian
  • Telur, minimal sebutir sehari maksimal dua butir. Paling bagus makan telur pas sarapan karena bisa menjaga perut kenyang lebih lama, meningkatkan kekuatan otak, dll 
  • Bawang putih, minimal sebutir sehari. Bawang putih ini adalah antibiotik alami yang bisa membantu kita menjaga daya tahan tubuh, jadi g perlu minum suplemen lagi. 
  • Sayur, minimal seporsi sehari. 
  • Teh hijau, pas lagi di studio, bikin otak lebih segar dan lebih sehat. 
  • Tentu saja harus makan nasi, mie atau roti. Porsinya boleh suka-suka deh, yang penting habis. 
  • Dan tambahan lauk yang lain, yang penting halal dan juga sehat

Menu wajib mingguan
  • Bubur kacang hijau, buat kesehatan kulit, pencernaan dan tulang. Rasanya juga enak. Tapi cari tempat makan bubur kacang hijau yang bagus ya. Kadang ada yang suka pake pemanis buatan, atau tambahan sesuatu biar kental, itu g bagus dan g enak. Kalo di Bandung ada, namanya Mang Ubet di jalan Ciumbelueit, enak dan harganya Cuma 3rb seporsi (promosi) 
  • Yogurt, kandungan kalsium yogurt lebih tinggi dua kali lipat daripada susu biasa. 
  • Buah, sebenarnya harus tiap hari. Tapi saya juga jarang makan buah sebenarnya, jadi sekali seminggu tak apalah. 
  • Kue/makanan kesuakaan, manfaatnya untuk memenuhi kebahagian pribadi akan makanan ;D 
  • Indomie, boleh kalo sekali seminggu, hehe. 
Ada lagi yang perlu diingat, Jangan menggabungkan menu DAGING LAUT dengan DAGING DARAT dalam piring kita. Lebih baik dimakan dalam waktu makan yang berbeda.

Sip! Itu semua saran menu dari saya. Selanjutnya saya akan berbagi resep masak gampang dan sehat buat anak kos Calon Arsitek. Oia, kalo misalnya temen-temen ada tambahan menu wajib lagi, bisa sharing-sharing juga.

Senin, 07 Januari 2013

Urban Planner, We Need You!

Lihat!

Kotaku kebanjiran dimana-mana.
Parah

Padahal kotaku begitu indahnya. Dulu dipinggir jalan banyak kolam-kolam teratai yang luas. Empang. Dan Sedikit hamparan sawah. Hari beranjak, kolam-kolam itu ditimbun. Empang dan sawah entah pindah kemana. Sekarang yang terlihat dipinggir jalan adalah deretan Ruko yang seluruh bagian depan halamannya pun ditutup rapat dengan paving block.

Kemarin, semuanya sibuk mengeluhkan air yang tiba-tiba melimpah, merendam semua yang berada dibawah ketinggian timbunan. Siapa yang salah?

Pembangunan memang niscaya. Ruko itu perlu. Menimbun juga perlu. Tapi, sebelum semua terlambat dan benar-benar tak selamat, adakah lebih baik dari sekarang mulai dipikirkan jalan untuk menyelamatkan kota kita? Jangan mengeluhkan air. Mulailah bersahabat dengan air. Karena kita juga butuh air.

Bilang saya sok tau. Tapi inilah yang saya pikirkan.

Perlu segera menganalisi: Luas area wilayah banjir. Sumber aliran air. Arah aliran air. Sejarah lokasi tampungan air.

Lalu: Rancangan jalur kanal aliran air. Rancang lokasi tampungan air. Rancang sterilisasi lokasi aliran air dan tampungan air. Rancang aturan ketat pembangunan yang tidak boleh membangun didaerah steril itu, Penghijauan, dan aturan pembangunan yang sinergis dengan drainase kota.

Terapkan segera

Jaga

Together #saveourcity

Senin, 31 Desember 2012

Blabbering Akhir Tahun

Dihari terakhir tahun 2012, saya memilih untuk menulis. Beberapa rencana malam tahun baru tidak terlaksana, dan beberapa ajakan sudah saya tolak. Kali ini bukan kilas balik atau resolusi. Saya hanya ingin menuliskan tentang uneg-uneg saya pada seluruh rakyat Indonesia raya. Mungkin tidak runut pun tidak ilmiah. Tapi siapa yang peduli. Anggap saja ini adalah semacam brainstorming yang harus dimuntahkan agar bisa kelak, mungkin, akan terlaksana.

Tentang gunungan sampah yang saya lewati setiap hari dalam perjalanan ke kampus. Semua sampah bercampur baur. Organic, plastik, kaleng, kertas, kain, karet. Entah bagaimana cara mendaurulangnya jika sudah seperti itu. Sementara di negara maju Jepang sana, tempat sampah sudah dibagi menjadi sembilan bagian. Setiap individu masyarakat bekerjasama, memberikan kepeduliannya dan kontribusinya dengan memilah sampah sesuai dengan petunjuk yang diberikan pemerintah. Indonesia bagaimana? Membuang sampah saja masih sembarangan. Kenapa? Jangan salahkan masyarakatnya. Memberikan kontribusi menjaga kebersihan adalah juga bagian dari cinta tanah air. Orang Indonesia kurang nasionalisme apa lagi? Kami rela mati demi bangsa ini. Lantas kenapa? Pernahkah aturan membuang sampah seperti ini diajarkan kepada kami dengan serius? Belum pernah. Ajarakanlah, dengan nasionalisme, masalah sampah akan terpecahkan. Penemuan dari Lipi tentang alat daur ulang sampah juga sudah banyak, tinggal dikembangkan dan di berikan pengelolaannya pada tiap-tiap unit terkecil masyarakat.

Tentang transportasi yang mulai tersendat setiap kali saya dalam perjalanan pulang pergi ke kampus. Hanya diperlukan keberanaian dan ketegasan untuk memperbaikinya. Perencanaan yang baik, dan libatkanlah masyarakat. Jika serius, ajaklah kami rakyat Indonesia untuk berkorban, kami mau. Berkorban saat ini untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Seperti pengorbanan yang telah dilakukan rakyak Indonesia pada awal kemerdekaan. Mungkin sedikit sumbangan untuk pembangunan MRT, kesabaran menghadapi riuhnya konstruksi. Dan mengeluarkan uang lebih banyak untuk bahan bakar sebagai konsekuensi dari kemampuan untuk memiliki kendaraan pribadi. Tegaslah, dengan ketegasan yang masuk akal.

Tentang taman, pedestrian, fasilitas umum kota yang lebih nyaman dan Indah. Jika para anggota dewan yang mengambil kebijakan itu ingin keluar negeri, biarkan saja, bahkan suruhlah. Dengan catatan mereka membuat laporan lengkap apa yang telah mereka pelajari disana, dan suruh mereka membuat paper apa yang dapat mereka lakukan untuk Indonesia setelah melihat apa yang telah mereka lihat diluar sana. Tempat yang indah tentu sangat mempengaruhi attitude orang-orang yang ada didalamnya maupun yang melewatinya. Jangan sampai memperkecil pedestrian, jalur hijau untuk memperluas jalanan. Ajarkan juga pentingnya taman hijau dihalaman rumah orang-orang Indonesia, agar semuanya sehat. Orangnya, dan bumi yang dipijaknya.

Tentang sinetron yang membunuh karakter bangsa. Hentikan itu. Ubah semua konsep sinetron yang ada saat ini. Itu bukan budaya kita. Pun bukan budaya yang memberikan didikan baik bagi rakyat Indonesia. Saya beritahukan kenyataannya. Film itu, apapun itu adalah cara untuk mentransfer budaya dan pemikiran. Dicontoh, dan tanpa sadar merasuk dalam karakter. Sadar atau tidak, rakyat Indonesia yang lemah lembut, ramah, menjadi sangat pemarah, brutal dan mudah sekali menyakiti. Itu karena apa yang dilihatnya setiap hari. Padahal, Indonesia bagian mana yang kelakuannya seperti itu?? Berikan konsep secara serius. Jadikan program pemerintah. Seperti pemerintah korea selatan yang menginterfensi sampai pada tema film yang akan dibuat dan ditayangkan di Negara mereka untuk mendidik rakyatnya.

Tentang kami rakyat Indonesia. Yang selalu di remehkan bahkan oleh orang-orang yang mengambil bagian jadi pemimpinya. Dianggap tidak cukup pintar untuk diajak berubah untuk menjadi lebih baik. Orang Indonesia itu pintar-pintar dan cerdas. Beritahukanlah secara dewasa dan elegan penuh penghormatan. Maka kami pun rakyat Indonesia akan dapat menerimanya dengan dewasa, dan tentu saja kami rakyat Indonesia akan memberikan penghormatan yang sama bagi siapa yang memperlakukan kami dengan hormat. Kami akan menganggap penting, jika disampaikan dengan penting. Dan kami akan bisa melakukan apapun, jika semua percaya kami bisa.

Ah, Indonesia

Tumpah darah

Ini saya, yang merindukan tanah ini menjadi lebih indah seperti seharusnya ia.