Jumat, 30 September 2011

My corner

Setalah mengisi poling di pagenya Asop tentang posisi gelas air minum, aku jadi teringat kalo dari dulu ingin sekali memperlihatkan pojok favoritku.

Tempat berduaan bareng si Della Rossa si lappy yang selalu setia menemaniku mengerjakan tugas, online, mencari inspirasi, nonton, ngaji, nyanyi2 ga jelas.

Di dindingnya, tempat untuk menempel ide2 yang muncul, hal2 yang akan dilakukan. sebelah kiri ada kalender biar ga lupa waktu. Dan disebelah kanan, harus selalu ada air minum, teh hijau, ataupun air putih biar ga sakit pinggang, hehe...

Pensil warna, Spidol, pensil, kertas, dan buku2 yang diperlukan sengaja di letakkan di tempat yang mudah dijangkau. Tak lupa botol minyak kayu putih, soalnya kadang suka masuk angin.
Printer tepat di bawah meja.

So, this is it. My Corner
Andin's corner

Kamis, 29 September 2011

Kehilangan

Rasa kehilangan itu
karena ada rasa memiliki
Karena aku terbiasa menambahkan kata "ku" ketika aku menyebutmu
Aku merasa memiliki
milik'ku'

Konsekuensinya
ketika sesuatu yang ku akui adalah milik'ku' pergi
maka label 'ku' tak bisa kugunakan lagi ketika aku menyebutmu
rasanya sangat menyakitkan
sama seperti kuku kaki yang dicabut dengan paksa

Padahal jika saja kesadaranku penuh bahwa tidak ada apapun yang menjadi milikku
mungkin semuanya akan mudah
Tidak ada rasa sakit yang tertinggal

Sesungguhnya yang tergenggam dalam tanganku hanyalah air
yang segera mengalir keluar dari sela-sela jemariku
lalu menguap tak berbekas ...

Pagi ini, 
saat ku dengar Allah Sang Pemilik telah memanggilmu kembali
Aku menangis..


*Oma.. aku mohonkan ampunan pada ALLAH untuk segala dosamu, ridho pada ALLAH untuk segala amalmu.. semoga di surga ALLAH nanti kita berkumpul, disana tidak akan ada perpisahan lagi..

Oma dan Opa

Jumat, 23 September 2011

Arya, aku harus jujur padamu

"Arsitektur yang Lain"
Waktu itu aku bilang bukunya ga ketemu di toko buku Rumah Buku kesukaanku yang selalu memberi diskon 25% - 30%.
Jadi aku masukkan namaku di daftar pemesanan buku.
Kemarin aku sempatkan mampir ke Gramedia. Iseng-iseng aja nyari di toko buku ini yang pasti tidak ada diskonnya. Ternyata ada! Berbaris rapi empat buah di rak buku, berdampingan dengan buku-buku Arsitektur lainnya.


Segera aku ambil sambil menimbang-nimbang.
Beli - tidak..
Beli - tidak..
Harganya Rp. 68.000,- tanpa diskon.
Tinggal empat buah.

Kalo aku membelinya di Rumah Buku, maka aku bisa mendapatkan buku ini dengan harga Rp. 47.500,-
Huaah! harga yang sangat menarik buat mahasiswa pada tanggal duapuluhan seperti saat ini. Lagipula aku juga sudah memasukkan nama di daftar pemesanan. Kalau ternyata bukunya datang, dan mereka menkonfirmasi, aku harus bilang apa? Aku kan sudah janji..
Tapi bagaimana kalau bukunya tidak ada lagi, dan hanya tersisa ini??

Bingung.

Bukunya masih ditanganku, aku bawa keliling Gramedia yang punya empat lantai dan dua lantai mezzanin. Ternyata aku juga menemukan dua buku komik yang aku cari. Kalau untuk yang ini, tanpa pikir panjang, pasti akan aku beli.

Aku masih menimbang-nimbang, wah.. bakalan mahal ni... gimana ini...

Sampailah aku pada rak buku novel baru di lantai 3.

ANDREA HIRATA. Buku baru!


Aku ambil, bukunya lebih tipis, harganya pasti lebih murah. Setengah dari harga buku arsitektur ini. Bagiamana ini.. kalau beli dua-duanya tidak mungkin.. kalau melepaskan komik-komik ini lebih tidak mungkin lagi.
Tapi aku juga sudah memesannya di Rumah Buku kan..., kalau ternyata ada bagaimana?
Tapi kalau ternyata bukunya tidak akan ada lagi bagaimana??
Tapi kalau bukunya populer pasti akan di cetak lagi.
Tapi pengalaman, buku "Relativitas"nya pak Mamo ( Adi Purnomo ), tidak bisa aku temukan sampai sekarang.
Tapi uangku.. Tanggal segini..

Akupun akhirnya meletakkannya dan memilih buku bang Andrea yang sudah begitu menghipnotisku.
Maaf Arya..
Akhirnya ternyata.. masalah uang juga ikut memicu, dan apa kata bang Andrea nanti kalau dia tahu aku tidak membeli buku barunya segera setelah aku melihatnya di toko buku.

Kalau sampai bulan depan belum ada kabar dari  Rumah Buku, aku pasti akan membelinya di Gramedia.
Semoga saja masih ada tersisa untukku..

Mohon Maaf untuk diskusi kita yang pasti tertunda :(

*Other Story
Oia, disebelah buku bang Andrea, aku menemukan sebuah buku yang eye catching. Aku baca sekilas judulnya dan tulisan2 komentar di sampul belakangnya. Tenyata bukunya fitrop (fitri tropika)! Waw.. Nasional best seller pula!

Keren.........
Hei.. ini rahasia.. tapi gw emang ngefans sm lo fit, hahaha..
Nanti ya... insyaallah gw beli buku lo ;)

Minggu, 11 September 2011

Tugas ini ...,,, menemukanku












Cuma sekedar sebuah kesadaraan yang tiba2 muncul ketika sedang mengerjakan tugas lebaran yang baru aku ketahui belakangan, bikin panik dan cenat cenut.

Kesimpulan itu adalah:

Aku adalah Pemberi Solusi
Aku bukan Pencari Masalah


Pemberi solusi bisa jadi adalah  Konsultan
Pencari masalah bisa jadi adalah Researcher

Konsultan adalah seorang tenaga profesional yang menyediakan jasa nasihat ahli dalam bidang keahliannya, misalnya akuntansi, lingkungan, biologi, hukum, dan lain-lain (menurut mbak wiki pedia)

sedangkan

Researcher, adalah orang yang selalu melakukan pencarian (lihat akar katanya “search”; “Re-search” berarti melakukan pencarian lagi dan lagi[2]). menurut Audifax (Peneliti; Institut Ilmu Sosial Alternatif (IISA) - Surabaya)

Jadi sudah sangat jelas, alasan mengapa aku ga pernah bisa mengerjakan tugas2 riset ini dengan bahagia dan penuh kesulitan untuk menyelesaikannya. Karena aku adalah konsultan, si penasihat, pemberi solusi. Bukan sang pencari.
Aku senang mencari solusi daripada mencari masalah. Aku senang menyelesaikan suatu kasus dengan permasalahan, daripada  aku dihadapkan pada sebuah tema dan mencari masalah apa yang bisa diselesaikan dengan tema itu. 

Mengetahui hal ini, membuatku sedikit bahagia, karena ternyata cita2ku untuk menjadi Arsitek sangat cukup sesuai dengan kemampuan intelegent alamiku sang solutor. Hehe sok tau....
Tapi tetap saja kesimpulan pada hari ini tidak membantu apa2. Karena tugas ini tetap harus di selesaikan sebelum jam 12 malam hari ini.
Kalau tidak, tugasnya akan menjadi labu!

*Ditengah kegalauan mengerjakan tugas Arsitektur Budaya dan Pembangunan di siang hari yang gerah..