Tampilkan postingan dengan label Architecture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Architecture. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

Hati-hati plagiasi!

Sebelum mulai saya minta maaf dulu, buat semuanya, karena penyelesaian tesis tertunda lagi. Tesisnya tertunda, pun blognya tidak terurus. Lengkaplah kesalahan saya. Mohon dimaafkan..

Baiklah, kali ini saya merasa perlu untuk menuliskan isu ini, karena berhubungan dengan kegiatan penulisan tesis yang sedang saya jalani dan kegiatan menulis kita para blogger sekalian.

Isu ini dimulai dengan berita yang cukup menggemparkan pada saat teman-teman yang telah sidang tiga sedang bersiap-siap untuk mengurus kelulusannya. Beritanya datang dari salah seorang dosen kami, beliau mengatakan kalau salah seorang kakak kelas kami terancam dicabut status kelulusannya karena tindakan plagiasi. Hal ini diketahui saat salah satu tugasnya ditemukan terbit di media online (mungkin blog seperti ini) dan diketahui bahwa salah satu sumber tulisannya tidak tercantum dalam tulisan itu. Mungkin salah satu kalimat dari tulisan itu adalah tulisan plagiat. Padahal tugas itu hanya sebuah tugas kecil saja.

Sebenarnya peringatan tentang hati-hati plagiasi sudah sejak entah kapan tau. Didalam banyak mata perkuliahan juga para dosen sering memberi arahan mengenai cara mengambil sumber dan kutipan. Tapi memang tata cara ini agak terlupakan dan sulit diterapkan jika kurang latihan menulis dan mempelajari tulisan orang lain. Termasuk saya. Waktu mendengar berita menggemparkan itu, saya langsung kuatir juga, beberapa tugas saya sangat amburadul ngolor ngidul. Itu karena ketidakpahaman dan mungin kurang seriusnya saya memperhatikan mata kuliah.

Untungnya ada Wawa, dia menjelaskan kembali sedikit tentang tata cara mengambil kutipan. Tulisannya diposting di group fb yang membuat saya sedikit paham, dan makin kuatir dengan tugas-tugas saya terdahulu.

Biar lebih mudah diingat dan dipahami, saya akan menuliskannya dalam penomoran:
  1. Lebih baik tidak langsung meng’quote’ atau mengkopi paste sebagian maupun keseluruhan tulisan orang lain. Walaupun kita menuliskan sumbernya, hal itu kemungkinan besar dinilai sebagai tindakan plagiasi, jadi lebih baik buat kesimpulan kalimat atau paragraf itu dengan kata-kata kita sendiri lalu tetap tuliskan sumbernya. 
  2. Penggunaan foto milik orang lain, sebaiknya mendapat izin dari pemiliknya dan mencantumkan sumber foto tersebut dengan jelas. Untuk penerbitan jurnal ataupun jenis publikasi lainnya (yang dipublikasi pokoknya), wawa bilang lebih baik tidak menggunakan foto orang lain sama sekali. 
  3. Lalu yang paling diingatkan oleh wawa adalah, jangan asal memposting tugas-tugas kita di internet. Jika kita membuat kesalahan dan kesalahan itu merugikan orang lain, maka dampak besarkan juga akan mengenai kita. 
  4. Pesan saya buat para blogger, peringatan plagiasi ini harusnya membuat kita makin kreatif mengisi blog kita dengan tulisan dan ide-ide kita sendiri, dan mengurangi kopi paste kopi paste tulisan orang lain walaupun tulisan itu sangat menarik dan dirasa sangat bermanfaat (saya mengaku pernah menjadi salah satu pelakunya –duluuu, saya minta maaf ;P) 
  5. Dan pesan terakhir wawa, bertaubatlah! 
Kira-kira begitu. Banyak manfaatnya setelah kegemparan isu ini. Saya jadi paham telak keamburadulan tulisan saya dan jadi mengerti bagaimana cara untuk memperbaikinya. Oia, tentang kakak kelas saya sampai saat ini saya belum tahu bagaimana kelanjutannya, terakhir, teman-temannya mengumpulkan angket tanda-tangan untuk mendukung beliau. Semoga bisa diperjuangkan.

Sabtu, 22 September 2012

Inspirasi Sidang Teman-Teman

Sudah lama ga update tulisan, rasanya kangen juga. Tapi ada beberapa topik tertentu yang membutuhkan konsentrasi penuh buat ditulis, dan saya merasa belum punya cukup waktu untuk itu - mencari alasan red. jadi kali ini saya akan mengcopy paste beberapa catatan yang sempat saya buat pada status saya di FB mengenai sidang 3 tesis teman-teman yang sempat saya hadiri.

Bukan hasil
Tapi bagaimana memahami proses.
*Inspirasi sidang, Wawa 31.07.2012

Make it Simple
Make it Clear
Make it Colorful
Make it Fun :)
* inspirasi sidang Julia 18.09.2012

Pernyataan, metode, dan kesimpulan yang ditulis dengan dasar teori yang jelas dan detail, akan sangat membantu kita melalui sidang dengan selamat.
* Inspirasi sidang Putri 21.09.2012


Tesis Desain bukan hasil akhir desain tapi konsiderasi desain.
Tesis desain dapat diawali dengan pembuktian pernyataan, kemudian dilanjutkan dengan pencaian optimasi bentuk lain sampai diperoleh yang paling maksimal - terhadap pernyataan (dengan batasan yang tertentu)
* Inspirasi sidang Roro, 21.09.2012

Arsitek harus bisa menjelaskan apa yang ingin direpresentasikan oleh bangunan yang dirancangnya.


Bermula dari sikap kritis dalam menegaskan tujuan yang ingin dicapai dalam rancangannya, kemudian cari secara arsitektural bagaimana untuk mencapai tujuan itu.
* Inspirasi sidang Nabil, 21.09.2012

Sabtu, 23 Juni 2012

Behind the Thesis Work, Part 2: Berkoloni


Sejak awal tahun, jalan rame-rame memang sudah jadi kebiasaan. Intensitasnya meningkat ketika petengahan akhir semester tiga, dan semester tesis ini menjadi sesuatu yang diperlukan untuk menjaga kesegaran otak agar tetap waras.

Dimulai dari menghadiri Diskusi dan Presentasi Arsitektur tiap malam minggu di tempat-tempat yang menarik.

Lalu sempat membuat film untuk diikutkan dalam kompetisi film pendek 1 menit dengan tema Global Warming. Pada Mei lalu, kami diundang ke Jakarta karena film kami masuk 10 besar kategori non animasi, yah walaupun g menang.

Meramaikan ruang studio lantai 6 dengan memilih mengerjakan tesis di sana daripada di kost-an.
Beberapa minggu setelah awal semester tesis dimulai, Iir menginisiatifkan untuk  jogging tiap pagi di Saraga (Sasana Olahraga Ganesa), disambut dengan sangat baik oleh Ita yang memang suka olahraga sebagai bagian dari program dietnya, dan teman-teman se kost Iir, Nabil, Arul yang merasa perlu juga untuk olahraga. Saya mengajak Wawa, tapi hanya tiap akhir pekan saja, Kay ikut bergabung beberapa minggu kemudian, dan akhir2 ini, Diki si manusia kalong dengan ajaib juga mulai muncul di arena lari. Mark juga mulai tertarik untuk ikut lari meskipun belum setiap pagi.

Mulai sebulan yang lalu, begitu mendengar Program BCCF, program kampung Kreatif Pak Emil, Kay, Saya, Riri dan Yulia penasaran untuk hadir dalam salah satu pertemuannya. Lalu terlibatlah kami dalam menggarap desain instalasi urban garden untuk beberapa titik kampung. Wawa dan Ita melibatkan diri lebih serius dalam desain daripada yang lain. Kami bekerja sama dengan Kang Rahmat, sang Advokator kampung. Proyek pertamanya adalah Dago Pojok, selama tujuh tahun kang Rahmat mengadvokasi dan menginisiasi kampong ini, hasilnya, masyarakat sadar akan pengembangan potensi kampung, dan lukisan mural dinding meramaikan suasana kampung ini.

Studio kami semakin berwarna setelah pada suatu hari Pak Hanson mengunjungi studio dan menanyakan apa yang kami butuhkan. Dispenser manis berwarna pink segera menjadi pilihan, karena sore-sore biasanya Nabil, Kay, Ita, Videl suka sekali minum secangkir kopi panas. Dispensernya juga kami beli beramai-ramai malam itu juga.

Pindah kost juga mungkin menjadi bagian dari kebutuhan untuk berkoloni. Awal semester tesis, Nabil pindah kost bergabung dengan koloni Siliwangi (Iir, Arul, Diki), saya, didukung oleh seluruh keluarga kemudian memilih bergabung dengan koloni riset Kanayakan (Wawa, Putri, Yulia, Jojo), dan Martha entah sejak kapan menjadikan kostnya hanya sebagai official address dan menjadikan tempat tinggal tetapnya bersama koloni ibu-ibu Setiabudi (Ami, Dara, Riri). Kay, Ita, Wulan, walaupun tetap tinggal di kost masing-masing, tapi tetap selalu melibatkan diri dalam agenda koloni ini.

Moment ulang tahun jadi moment penting. Yang saya ingat mulai dari awal tahun pertama, tiap yang ulang tahun kami beri kejutan cake coklat. Semakin medekati akhir tahun ke dua, moment ini jadi makin kreatif aja, selain makan-makan, ada ide2 spesial yang kami selipkan. Mulai dari ulang tahun ami di awal tahun lalu, trus ulang tahun saya yang dirayakan di hutan BakSil. Yang paling sibuk adalah bulan April dan Mei lalu, ada banyak banget yang ulang tahun. Ulang tahun Martha dan Iir yang digabung jadi satu di Bakmi Jowo, trus ulang tahun Arul dan Videl yang maunya tidak biasa, jadi kita rayakan ramai2 di panti asuhan, tapi malam sebelumnya tepat jam 12 malam, kami mengadakan kekacauan di kost Arul.  Trus wawa, yang rencananya pengen kami beri kejutan masak2, tapi malah tertangkap basah didepan pintu kostnya sedang bawa panci dan talenan. Ada mark yang kue ultahnya dari tumpukan J-Co mini, terkahir ultah Nabil yang dirayakan pada malam sebelumnya dengan cake kembang api.

Kegiatan yang paling baru, adalah Mural di Kampung Kreatif Dago Pojok. Kalo untuk yang ini akan saya ceritakan di bagian tersediri.

Hal-hal kecil yang kami lakukan bareng juga banyak, makan malam, nonton, sarapan, keliling kota, pagi ataupun sampai tengah malam (kalo yang ini saya jarang ikut), makan ice cream ditempat yang jauh yang belum pernah dikunjungi, olahraga CFD sarapan, sampai puasa senin kamis bareng, dan yang paling membahagiakan adalah solat berjamaah bareng.

Inilah gambaran kelakuan mahasiswa Tesis Arsitektur ITB jaman sekarang.

Lalu mengerjakan thesisnya dimana??
Nah, itu dia masalahnya gas.. :D

*I can’t imagine how do I live without you guys

Rabu, 16 Mei 2012

Architecture


Thats the Architecture.
The understanding of prinsipal way it works, makes thousand creativity to born new idea.
Open mind :)

Selasa, 24 April 2012

Kuliah Pak Tjuk, antara Bandung dan QingDao

Peta QingDao (sumber:http://www.chinabbtravel.com/)
Pak Tjuk memulai kuliah umumnya hari itu dengan film udara yang memperlihatkan kemajuan peradaban kota QingDao. Kota pantai yang memiliki cerita sejarah koloni penjajahan eropa yang usianya sama dengan kota Bandung.  Tapi berkembang demikian pesatnya menjadi sebuah kota yang modern. Membuat kami terkagum-kagum dan beberapa saya yakin –termasuk saya. bertekad untuk menyempatkan diri berkunjung kesana suatu hari nanti.

Berikut ini adalah hal-hal yang menarik perhatian saya dalam kuliah ini:
  • Pak Tjuk memulai slideshownya dengan cerita sejarah peradaban China yang telah dimulai dari 1500 SM.
  • Negara China sangat berpengalaman dalam membuat bendungan sehingga disebut sebagai Negara dengan 40.000 Bendungan. China juga telah berpengalaman membangun kanal selama 1000 tahun. Maka sebaiknya para mahasiswa Indonesia yang memfokuskan keahliannya dalam bidang teknologi pengairan sebaiknya belajar ke China bukan ke Belanda.
  •  Bendungan dan kanal-kanal yang dibangun di China dalam rangka persiapan masa depan China, karena China sangat bergantung pada sumber air dari pengunungan Tibet yang bisa kering dan banjir kapan saja, maka bendungan dan kanal ini diolah sebaik-baiknya sebagai persediaan air bagi kelangsungan hidup negaranya.
  • QingDao, dikuasai oleh Jerman selama beberapa tahun. Jerman sempat membangun sebuah kota modern sebelum akhirnya meninggalkan QingDao karena kalah  Perang Dunia I.
  • Pusat kota lama yang merupakan gambaran kekuasaan Jerman tetap di jaga dan dirawat, sementara pusat kota baru dibangun di sisi kota yang lain.
  • Pembangunan pusat kota baru hingga sampai seperti saat ini baru saja dimulai 25 tahun terakhir. (pertanyaan besar buat Indonesia, ngapain aja selama 25 tahun terakhir?)
  • Pusat kota QingDao memiliki integrasi dengan kota-kota sekitar, sehingga saling terhubung dan saling bekerjasama.
  • Setiap jengkal kota di China memiliki record data kondisi alam yang lengkap seperti potensi, kondisi, sehingga setiap lahan direncanakan dan dibangun dengan sebaik-baiknya untuk pengembangan kota untuk fungsi kota yang maksimal.
  • Saat ini QingDao memiliki penduduk 8.715 million (2010 census) dengan luas wilayah yang hampir sama dengan kota Bandung, hanya memiliki dua jenis transportasi kota yaitu bus dan taxi, tapi pembangunan MRT telah dimulai dan jalan layang lebar untuk persiapan menampung pertambahan jumlah mobilitas penduduk telah dibangun. Pelayanan dasar seperti air bersih dan persediaannya, sampah, sanitasi kota, listrik, dll telah dipenuhi, diolah dan disiapkan dengan sangat baik untuk kedepan. China telah mempersiapkan Masa Depan!
  • Kereta api antar kota menggunakan kereta api buatan China.
  • Kampus wajib menyediakan asrama bagi seluruh mahasiswanya untuk semua tingkatan, dan mahasiswa wajib untuk tinggal di asrama.
  • Semua tanah di China adalah Tanah Negara, sehingga China tidak begitu kesulitan dalam pengholahan lahan untuk kepentingan umum, seperti pembangunan hunian vertikal massal dan fasilitasnya.
  • Para pemimpin China telah diseleksi sejak TK sebagai kader partai. Dibentuk seperti pramuka, lalu dipilih yang terbaik, yang lainnya gugur satu-persatu, begitu terus sampai SD, SMP, SMA, Universitas dan tingkat PHd, para kader partai terus terawasi dan terjaga. Dipilih yang terpintar, dan otomatis dipilih sebagai PNS, jadi para PNS China adalah orang-orang paling pintar dan kompeten. Pemimpin dan program-program pembangunan dipilih oleh Birokrasi, jika rakyat merasa tidak cocok dengan pemimpinnya, maka bisa diganti dengan pemimpin lain yang lebih cocok.
  • Gaji guru TK lebih mahal dari gaji professor di Universitas. Teman saya bilang, kalo begitu setelah lulus dia akan langsung ke China saja buat jadi guru TK.
  • Saya sempat bertanya pada Pak Tjuk, jika China terlihat mudah dalam pembangunannya, sementara Indonesia begitu kompleks terjerat dalam permasalahan, kira-kira pembangunan kita harus mulai dari mana? Pak Tjuk memberikan gambaran penjelasan yang cukup panjang, tapi di akhir dia memberikan satu kesimpulan. “Orang-orangnya dulu yang harus mulai diperbaiki”
Ada satu hal yang membuat saya berfikir tentang penguasaan Dunia. Dimulai dari kemajuan bangsa Arab yang mengekspansi Eropa pada masa Kekhalifahan, kemudian setelah Arab mundur, Eropa maju dengan refolusi ilmu pengetahuan dan Teknologi, lalu Amerika mulai mengaku menguasai dunia, saat ini, dimana Amerika mulai terpuruk dengan masalah ekonomi, China, Korea, dan Jepang dari Asia muncul dengan kemajuan pesat yang luar biasa. 30 tahun lagi, saya yakin, Indonesia, bersama Negara-negara tropis kepualauan lain yang akan muncul sebagai symbol kemajuan peradaban yang lengkap dan menyeluruh, bukan hanya teknologi dan kemoderenan, tapi juga dalam akhlak dan keimanan.
Tak sabar menunggu :)

* Tjuk Kuswartojo, Dosen ITB yang lebih berkonsentrasi pada bidang Perumahan dan Permukiman, PurnaBakti November 2004.

Sabtu, 10 Maret 2012

Selingan (Behind Theses Work)

Creative: Yulia
Producer: Wawa
Actress: Andin
Place: Labkom Studio
Title: Theses's Advices

They took my picture with candid camera, that day.
I don't know how to give my opinion about this. T^T

I shared it, so you can say something what is this all about.

Senin, 13 Februari 2012

di Indonesia juga ada

Di Perancis kita bisa menemukan desa seperti ini
http://www.carols-cruise-port-itineraries.com/FRANCE-Biot.htm

Di Spanyol kita bisa menemukan rumah-rumah seperti ini
http://www.theleader.info/325/article/20835/spain/costa-del-sol/new-plans-to-rejunenate-housing-market/

Di Turki kita bisa melihat kota seperti ini
http://static.desktopnexus.com/thumbnails/123531-bigthumbnail.jpg

Di China pun ada deretan rumah indah seperti ini
http://affordablehousinginstitute.org/blogs/us/2007/03/china_worlds_bi.html

Di Indonesia juga ada, tapi dengan kondisi yang berbeda
Permukiman padat di sebelah utara bantaran sungai Cikapundung
*Photo ini diambil ketika ikut Ita survey ke wilayah penelitiannya beberapa hari lalu.

Minggu, 13 November 2011

Pecha Kucha Night #13 dan Jelajah Lewat Tengah Malam

PechaKucha Night Bandung #13

12th Nov. 2011, 19:00 - 23:30
Admission: Rp. 20.000,-
Rumah Seni Ropih
Jl. Braga 43 Bandung


Baru pertama kalinya aku ikut hadir di PechaKucha. Sebuah acara sharing dan kumpul2 anak2 muda kreatif, desainer, arsitek, seniman kota Bandung dan sekitarnya (#Jakarta). Menyaksikan 15 presentasi inspiratif, dari berbagai kelompok komunitas atau per orang, dalam 20 slide tiap slide 20 detik -begitu aturan main dari sononya.

Keren banget, dalam gelap malam, lesehan, dan di kelilingi koleksi lukisan Pak Ropih yang selalu menggunakan warna emas, dan para seniman Braga lainnya.
Di lantai bawah, ada galeri pameran karya2 Arsitek Indonesia yang ikut Indonesian Architects Week @ Tokyo 2011, Kongres 4 tahun sekali arsitek dunia yang tergabung dalam International Union of Architect (UIA) yang berlangsung di Tokyo, Japan pada 25 – 28 September 2011 lalu. Temanya "Design 2050" dengan pendekatan dari tiga perspektif yaitu: lingkungan, kehidupan dan survival. Pameran roadshow ini akan berlansung sampai 19 November.
suasana pechakucha di rumah seni ropih
Perjalanan pulangnya pun salah satu yang paling berkesan.
Rangkaian presentasi PechaKucha berakhir jam setengah duabelas malam. Kami masih tetap berada di sekitaran Rumah Seni Ropih untuk beberapa waktu lamanya. Ngobrol, dengan beberapa teman yang lain, obrolan utama sebenarnya adalah menentukan tujuan selanjutnya. Lebih tepatnya menentukan tempat makan. Empat orang pulang lebih dulu karena mereka datang dengan menggunakan mobil. Sisanya bertujuh, dari sembilan orang yang berangkat bareng sebelumnya.

Nabil mencetuskan opsi pertama, McD, tapi seketika langsung ditolak mentah2, karena kami masih trauma eneg dengan menu wajib tiap hari selama kami di Hongkong kemarin. Opsi pilihan kedua adalah MadTari, kali ini aku yang langsung menolak, no more madtari, madtari bisa merusak citra keju yang mulia begitu mencoba menunya. Lalu opsi ke tiga adalah KFC, hanya dua orang yang setuju dari tujuh orang, satu orang menolak.
Pembicaraan ini berlanjut sambil jalan meninggalkan jalan Braga yang masih sangat ramai, mungkin baru mulai hidup malam minggu begini.

Kami sampai didepan balai kota, menunggu angkot yang ke arah dago. Pilihannya adalah angkot dago-stasion, tapi semenit kemudian, sepuluh menit kemudian, setahun kemudian, angkot yang kami tunggu ternyata sudah tidak lewat lagi. Kami pun naik angkon kalapa-ledeng yang lewat. Tidak sampai 500 meter kami sudah turun. Jalan kaki lagi dua blok menuju jalan dago. 
Kupikir kami akan menuju ke KFC atau McD di BIP, ternyata temen-temen tetap jalan terus ke utara Dago. Jam sudah lewat tengah malam. Jalan Dago masih ramai. Di pinggir Pedestrian masih banyak sekumpulan anak muda yang nongkrong.

Begitu kami melewati sebuah kafe restoran masakan aceh yang masih sangat ramai, sepertinya cukup menarik, akhirnya kami memutuskan untuk makan di sini. 
Jam setengah dua, baru beres makan. Sayangnya menunya sangat tidak bersahabat dengan lidah. Malam itu ada satu keputusan penting yang kami buat. Kafe restoran Aceh di jalan Dago ini tidak akan masuk dalam rekomendasi tempat makan di Bandung :) maaf ya.. ini hanya suara konsumen..

Jalan kaki pun kembali dilanjutkan setelah makan. Sambil sesekali menoleh kalau-kalau ada angkot Dago yang lewat. Tiba2 wulan yang sedari tadi mengeluh masuk angin dan sudah ga kuat melanjutkan 'perjalanan kaki', muntah2 dua kali di pinggir jalan. Dia memang masih belum sembuh benar dari sakit, tapi perjalanan tetap dilanjutkan. 
Sampai di simpang lampu merah pertama di perempatan Dukomsel, terjadi sedikit dilema, apa akan melanjutkan perjalanan dengan taksi apa dengan angkot. Si nabil memilih jalan kaki ke kostnya karena sudah dekat. Sekarang tinggal kami berenam. Aku dan wulan memilih jalan kaki karena kost kami juga tinggal satu blok. Akhirnya semuanya ikut jalan. Jalan menuju balubur juga masih hidup, kehidupan malam yang baru dimulai.

Dipertigaan tamansari depan rektorat itb, kami sempatkan foto2 di tengah jalan. Sampai di tegur oleh bapak2 dari atas mobil, karena berfikir kami kurang kerjaan dan harus segera pulang hampir jam dua dini hari ini.
pic by: diki. sempat, di pertigaan tamansari rektorat itb
Sebenarnya, yang paling di takuti selama perjalanan kami ini adalah jika bertemu dengan gank motor kota bandung yang terkenal kejam. Jadi tiap kali ada rombogan motor yang lewat, aku agak parno gimanaa gitu. Sebelumnya juga, di sisi seberang perempatan jalan dukomsel, beberapa anak melemparkan botol-botol kaca ke tengah jalan, yang pecah berantakan, entah apa maksudnya, bikin agak sedikit panik.
Aku dan wulan, berpisah, karena kami sudah sampai kost. Tinggal empat orang lagi yang masih melanjutkan perjalanan. Kali ini melintasi jalan tamansari yang sepi dengan cahaya lampu yang remang menuju siliwangi. Lalu satu orang lagi memisah di tamansari.
Perjalanan terakhir tinggal diki, arul dan ita.

Lalu, terjadilah sedikit kisah mistis di jalan sepi yang diselubungi pepohonan hutan itb dan kebon binatang, dan angin malam yang berhembus pelan2.
syuuuhhh.......
Tiba2 lampu jalan yang tenang, berkedap kedip genit.
Huaa.......

Dan kesaksian diki "si ita lari tunggang langgang dengan sepatu anti malingnya di taman sari gara2 lampu kedip2...KHAHAHAHAHAHA"
Pembelaan ita "Alaaah,kamu juga kan Dik..."
kata kay "^___^ kenapa tu lampu ga ditimpuk aja ta, pake "highheel super" bakalan kapok tuh nakut2in org"

Lalu hari ini pun berakhir dengan selamat pada jam setengah tiga dini hari di kost masing-masing..

Selasa, 01 November 2011

Pertama kalinya menjejak di belahan bumi ALLAH yang lain --> Singapore-Shenzhen-Macau-Hongkong

Perjalanan kami dimulai sejak pukul tiga pagi hari selasa. Berangkat dari Bandung dengan menggunakan mobil travel sewaan yang memuat dua belas orang. Grasak grusuk dalam keheningan malam.

Sampai di Bandara Internasional Sukarno Hatta tepat pukul delapan pagi. Enam orang lainnya sudah menunggu disana.

Kamipun berangkat. Transit dua belas jam di Singapura, empat jam perjalanan menuju Hongkong, dua hari satu malam di Shenzhen, seharian di Macau, dan menghabiskan empat malam dua hari di Hongkong. Lalu berkesempatan lagi mampir di Singapura selama tiga jam. Sampai pulang kembali ke Bandung pada malam ke delapan, jam tiga pagi.

Ini pertama kalinya bagi saya melewati imigrasi keluar dari Negara Indonesia, pertama kali pasport saya mendapat cap dan visa, keluar masuk beberapa Negara.

Dan ini adalah sedikit catatan saya secara umum. Saya berangkat dengan tidak punya informasi sama sekali mengenai semua kota ini, saya menggunakan teori kedua pak BUL yang menyerap apa saja yang ditemui, tidak memiliki tujuan tempat tertentu yang ingin dilihat. Saya juga melewatkan kuliah pembekalan sebelum berangkat, kali ini bukan sengaja, tapi lupa, hehe..

Maka inilah yang saya temukan.

Singapura
18 Oktober 2011

The city
Seaside city. Itu kesan pertama kota ini begitu melihatnya dari udara. Dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit, dan kota yang tertata rapi.

Bandar udara Internasional Changi, juga menyediakan fasilitas moda transportasi interchanges, berupa stasiun kereta yang bisa mengantarkan penumpang langsung ke kota. Yang paling berkesan di kota ini adalah suasana ruang public di tepi lautnya. Jika sore hari tidak terasa panas karena dinaungi oleh bayang-bayang gedung, jika malam hari disuguhi oleh titik-titik cahaya lampu dari gedung-gedung disekitarnya. Pedestrian yang cukup lega untuk menikmati laut, spektator-spektator untuk duduk-duduk santai yang membuat lebih dekat dengan laut.
merlion park, explanade theater (pic by: adit, martha)
Citizens Life
Menggambarkan masyarakat kota Singapura adalah masyarakat kota yang sangat sibuk, dan beberapa mulai terkesan individualis. Pada jam-jam sibuk, mereka akan memenuhi bus kota dan MRT. Dengan langkah-langkah cepat melewati lorong-lorong stasiun. Dan perhatian mereka tertuju pada getjet tercanggih yang ada dalam genggaman.

Pada sore dan malam hari, ruang public pun akan dipenuhi oleh masyarakat dan wisatawan.

Negara kota Singapura memiliki masyarakat multi entis, melayu, cina, india, dan bule :D. Menggunakan bahasa melayu dan cina, dan bahasa inggris sebagai bahasa resmi.

Housing
Deretan kompleks apartemen low rise terlihat melalui jendela sepanjang perjalanan MRT dari bandara ke kota. Berdampingan dengan rapih, dan bersih. Tidak terlihat jemuran sedikitpun pada balkon-balkonnya, sehingga kesan pertama yang dirasakan adalah hampa. Terlihat sepi pada siang hari, hanya terlihat satu dua orang saja, terlalu tenang, rasanya tidak akan bisa tinggal disini. Tapi kesan itu seketika berubah setelah menggunjungi hongkong.


Shenzhen
19-20 Oktober 2011

The city
Kesan pertama begitu sampai di kota ini adalah, sebuah kota kabupaten, dikelilingi oleh hutan, bukit-bukit dan tanah lapang, namun dengan gedung-gedung tinggi dan jalan-jalan lebar. Suasana kota yang ramai namun tidak padat. Dan terasa nyaman. Feels like home.

Hal yang paling menarik di kota Shenzhen adalah fasilitas yang sangat memperhatikan pejalan kaki. Seperti jalur pedestrian lebar 10 – 12 m dan nyaman dengan naungan pohon-pohon rindang, juga public space, berupa square, taman-taman, yang banyak dijumpai. Tempat-tempat berkumpul yang nyaman dan atraktif. Juga sign pada lantai pedestrian, stasiun dan tempat-tempat umum bagi penyandang cacat.

Juga transportasi massal yang nyaman, seperti metro yang melayani banyak jalur, dan Bus kota yang nyaman untuk masyarakat. Selain itu, stasiun dan shelter-shelternya sendiri dirancang dengan baik.


Citizens Life
Masyarakat kota Shenzhen terkesan sederhana, walaupun pada beberapa tempat dan waktu yang berbeda kita dapat melihat masyarakat yang sadar akan fashion, terutama pada saat menjelang sore sampai malam hari, dimana para pekerja kantor yang didominasi oleh orang-orang muda memenuhi pedestrian kota, ruang public, metro dan bis. Selain berjalan kaki, masyarakat kota Shenzhen menggunakan sepeda dan sepeda bermesin sebagai transportasi jarak dekat, dan kendaraan angkutan barang mereka. Jalurnya sama dengan jalur pedestrian. Tidak ada kendaraan motor disini. Dan tidak semua orang bisa berbahasa Inggris, bahkan bapak polisi yang banyak berjaga di ruang public.


Housing
Perumahan di kota Shenzhen semua dibangun secara vertical. Dibangun dengan cukup rapih dan manusiawi, medium rise, gedung yang berbeda-beda untuk tiap tingkat ekonomi masyarakat. Beberapa semarak dengan jemuran warna-warni di dalam balkon, yang menghidupkan suasana, tapi tetap terlihat wajar, tidak terkesan kumuh. Parkir kendaraan ditempatkan di lantai dasar /basement gedung. Beberapa di pinggir jalan. Beberapa bangunan apartemen juga menjadikan lantai dasarnya sebagai toko-toko tempat usaha. Beberapa bangunan menyediakan taman untuk tempat bermain anak-anak, dan sarana olahraga. Sangat dekat dengan akses kendaraan umum.

(pic by: iir, martha, videl) 


(pic by: videl, muty) 

Macau
21 Oktober 2011

The city
Sebelum menginjakkan kaki di Macau, yang terbayang adalah semarak kota Las Vegas yang sering muncul di film-film. Tapi daripada kesan glamour hiburan malam, kota Macau ternyata lebih terkesan anggun, seperti pulang ke rumah nenek. Selain deretan gedung-gedung tinggi, masih banyak bangunan-bangunan heritage, atau bangunan-bangunan tempat tinggal yang bergaya eropa. Suasana heritage tidak hanya pada bangunannya saja, namun pedestrian, jalan-jalan yang lebih banyak menggunakan elemen batu, taman-taman, ruang terbuka hijau, dan ruang public juga di tata dengan nuansa historis. Moda transportasi masyarakat di kota ini adalah bus yang sangat nyaman dan tarif yang cukup murah. Selain mobil pribadi, beberapa masyarakat juga tampak menggunakan skuter motor. Pada malam hari, baru nampak kesan ‘vegas’ karena beberapa bangunan mulai tampak semarak dengan lampu yang menyelubungi fasadenya.

Citizens Life
Pada sore hari taman-taman yang dekat dengan perumahan akan dipenuhi oleh penduduk kota. Bermain dengan anak-anak sambil memberi mereka makan malam, atau yang paling sering terlihat adalah membawa hewan peliharaan berjalan-jalan.

Housing
Dari yang terlihat, bangunan perumahan di kota Macau merupakan bangunan apartemen low rise. Hanya beberapa tingkat, dan dengan bangunan bergaya eropa pada beberapa daerah, dan model yang cukup sederhana pada beberapa daerah yang lain. Tapi semuanya memberikan kesan rapih dan nyaman untuk di tinggali.


(pic by: martha, riri) 

Hongkong
22-23 Oktober 2011

The city
Kota Hongkong, menyajikan pemandangan dan suasana yang berbeda pada tiap distriknya. Ketika tiba di Hongkong pada malam hari, di jalan Nathan road, disambut dengan semarak lampu-lampu papan reklame yang besar-besar dan panjang menutupi separuh badan jalan. Padat dan Ramai. Itulah kesan pertama pada kota ini.

Pada distrik yang lain, di seberang Hongkong daratan, atau Hongkong Island, central distrik menyuguhkan penandangan berbeda. Distrik ini adalah pusat perkantoran, dimana bangunan-bangunan pencakar langit mengambil tempat, hasil karya arsitek-arsitek terkenal dunia. Memberikan banyak taman dan square pada tiap blok, sehingga dilihat dari atas gedungnya pun, Hongkong masih terlihat hijau. Taman-taman ini pula yang memberikan kesan pada kota Hongkong, dari taman-taman ini kita bisa melihat dengan baik gedung-gedung indah, square ini pula yang menjadi titik temu dari gedung-gedung di sekitarnya, yang menyatukan. Tempat yang baik untuk menghirup udara segar sejenak dan bersosialisasi, merasakan kota Hongkong.

Transportasi massal di kota Hongkong adalah MTR, bus, juga trem. Jaringan Stasiun MTR sangat panjang, terhubung pada beberapa tempat keluar. Di dalamnya sendiri, terdapat banyak retail, yang memudahkan masyarakat Hongkong yang sibuk dapat memenuhi kebutuhannya sambil berjalan menuju tempat tujuan.

Citizens Life
Orang Hongkong selalu berjalan dengan langkah-langkah yang cepat. Mengerjakan pekerjaan dengan cepat. Memadati lorong-lorong stasiun MTR, tidak hanya pada jam sibuk saja. Juga bus kota dua tingkat yang menjadi sarana transportasi utama masyarakat kota Hongkong. 

Pada sore dan malam hari, jalan-jalan kota juga dipenuhi oleh anak muda yang fashionista. Inspiratif, seperti melihat parade model-model baju terbaru di majalah remaja.

Housing
Sempit. Itu kesan pertama tinggal di Hongkong, pada sebuah guess house yang menempati salah satu lantai apartemen ditengah-tengah Nathan road yang hiruk pikuk. Sangat efisien. Kamar mandi dengan ukuran kira-kira 0.75 m x 1.25 m yang sangat lengkap dengan WC, washtafel dan shower, di dalam kamar yang juga sangat efisien, pas untuk sebuah tempat tidur yang sesuai dengan ukuran tubuh orang asia, meja kecil dan sedikit ruang untuk sirkulasi. Dari jalan, pemandangan kea rah apartemen sangat berantakan, dipenuhi dengan jemuran berwarna warni yang menjorok ke luar, kotak-kotak air conditioner juga fasade yang tidak terawat. Suasana seperti ini banyak terlihat di bagian lain kota Hongkong.

Namun, beberapa distrik baru, membangun apartemen baru yang cukup terlihat rapih dan cukup nyaman dari luar. Perumahan vertical yang ideal, ruang public di dekatnya.


(pic by: iir) 


(pic by: maria, iir, adit) 


Minggu, 11 September 2011

Tugas ini ...,,, menemukanku












Cuma sekedar sebuah kesadaraan yang tiba2 muncul ketika sedang mengerjakan tugas lebaran yang baru aku ketahui belakangan, bikin panik dan cenat cenut.

Kesimpulan itu adalah:

Aku adalah Pemberi Solusi
Aku bukan Pencari Masalah


Pemberi solusi bisa jadi adalah  Konsultan
Pencari masalah bisa jadi adalah Researcher

Konsultan adalah seorang tenaga profesional yang menyediakan jasa nasihat ahli dalam bidang keahliannya, misalnya akuntansi, lingkungan, biologi, hukum, dan lain-lain (menurut mbak wiki pedia)

sedangkan

Researcher, adalah orang yang selalu melakukan pencarian (lihat akar katanya “search”; “Re-search” berarti melakukan pencarian lagi dan lagi[2]). menurut Audifax (Peneliti; Institut Ilmu Sosial Alternatif (IISA) - Surabaya)

Jadi sudah sangat jelas, alasan mengapa aku ga pernah bisa mengerjakan tugas2 riset ini dengan bahagia dan penuh kesulitan untuk menyelesaikannya. Karena aku adalah konsultan, si penasihat, pemberi solusi. Bukan sang pencari.
Aku senang mencari solusi daripada mencari masalah. Aku senang menyelesaikan suatu kasus dengan permasalahan, daripada  aku dihadapkan pada sebuah tema dan mencari masalah apa yang bisa diselesaikan dengan tema itu. 

Mengetahui hal ini, membuatku sedikit bahagia, karena ternyata cita2ku untuk menjadi Arsitek sangat cukup sesuai dengan kemampuan intelegent alamiku sang solutor. Hehe sok tau....
Tapi tetap saja kesimpulan pada hari ini tidak membantu apa2. Karena tugas ini tetap harus di selesaikan sebelum jam 12 malam hari ini.
Kalau tidak, tugasnya akan menjadi labu!

*Ditengah kegalauan mengerjakan tugas Arsitektur Budaya dan Pembangunan di siang hari yang gerah..

Jumat, 26 Agustus 2011

Awal Semester Awal Ramadhan


Dengan berat hati aku harus menyelesaikan liburan semester kali ini dengan harus kembali ke Bandung. Padahal ini awal Ramadhan.. Membayangkan sahur sendiri tiada yang menemani, berbuka sendiri, hiks
T^T kenapa sekolahku rajin sekali…

Tapi dengan jaminan tiket kembali yang sudah dibeli papa untuk penerbangan 20 Ramadhan, aku berangkat juga dengan hati yang cukup senang, bersama papa juga ternyata. Perjalanan jadi tidak terasa terlalu menyakitkan ^.^
Lagipula begitu sampai, aku langsung disibukkan dengan urusan akademik awal semester yang harus segera di selesaikan. Kembali bertemu teman2 dalam lingkaran ukhuwah, dan menyempatkan diri nonton HarryPotter dan Transformer di siang hari.

Dan yang paling menyenangkan, si Muty datang dari Jepun dan nginep di tempatku untuk waktu 2pekan. Yayy… aku g sendirian…. ^o^

Semester ini Alhamdulillah tinggal 4 sks.. termasuk Pra Tesis. Dengan sks yang sedikit, semoga aja aku bisa lebih focus menggarap tesis, jadi bisa cepat selesai. Biar bisa hemat waktu, hemat uang kost, hemat uang semester, dan bisa cepat berbakti. Aamin… doakan aku..
Lalu, seperti yang sudah aku tetapkan dengan Bismillah, sejak awal masuk sekolah ini, fokusku akan berada pada bidang Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman--‘golongan sosialis’ kata sebagian besar guru2 disini. Judulnya akan berada pada seputaran Rumah Susun, bangunan vertical masyarakat masa depan.

Bismillah.. semoga semester ini pun penuh berkah dengan manfaat ;)