Minggu, 05 Februari 2012

Ranting

Entah sejak kapan saya mulai menyukai objek ini. Selalu membuat mata saya melirik begitu melewati objek ini di jalan. Lalu setelah saya sadar, ternyata sudah ada beberapa gambar yang sempat saya abadikan.

Gambar ini pernah saya posting sebelumnya di sini , ini adalah moment setelah hujan sore hari, lokasinya tepat di sebelah ruang kelas.

Kalau ini adalah lahan parkir di belakang sebuah pusat perbelanjaan di Makassar. Pada waktu menjelang magrib. Di sebelah sana adalah PLTU yang beroperasi dan mengepulkan asapnya.

Ini juga menjelang sore. Ranting ini adalah ranting pohon yang telah berusia lebih dari seratus tahun, di pusat kota Makassar. Sayang sekali, mulanya pohon ini sangat rimbun, tapi dia kehilangan banyak lahan untuk akarnya menyerap air, makanya dia jadi seperti ini.

Terkesan sangat suram dan seram ya? ada burung-burung hinggap dan berterbangan juga, tapi saya sulit menangkap moment itu dengan kamera hape ini. ini tepat di persimpangan kota Bandung yang sangat terkenal.

Ini beberapa hari yang lalu, ketika saya sedang sedih dan berjalan kaki pulang sendirian ke kost, pas sekali melihat moment ini. Sangat mengekspresikan hati saya. Seperti menatap langit di musim dingin yang sebetar lagi turun salju kan. :)

Mungkin ranting ini adalah sebuah pesan, setelah ini, akan ada sesuatu yang baru, bukan sebuah akhir, tapi sebuah awal dan harapan, karena tunas-tunas hijau yang baru akan segera tumbuh kembali.

Jumat, 03 Februari 2012

Jika kita berbeda

Tentang sudut pandang dan interpretasi terhadap sesuatu, tidak ada yang salah.

Karena ALLAH memang menciptakan pemikiran kita yang berbeda.
Perbedaan membuat kita kaya, dan ilmu pengetahuan baru muncul dari mengubah cara pandang terhadap sesuatu.

Maka jika kita sampai pada satu kesimpulan tertentu. Voila.... Selamat!
kamu masuk dalam golongan orang-orang yang berfikir.

Berekspresilah seperti yang kamu pikirkan.
:)

*Bdg, 26.01.2012

Rabu, 01 Februari 2012

Sudah waktunya

Mungkin sudah waktunya untuk mengganti kata ganti orang tunggal pertama 'aku' dengan kata 'saya'.
Menggunakan kata 'aku' mungkin terdengar lebih akrab dan menegaskan diri, keakuan.
Tapi kata saya terdengar lebih dewasa dan fleksible. Menegaskan diri dengan luwes dan cukup menceritakan karakter kita.
Saya akan mencoba menggunakan kata 'saya' seperti yang selama ini saya gunakan setiap hari.
Saya sudah dewasa, sudah waktunya :)